BAZNAS Indramayu Santuni 8.140 Pelajar Tidak Mampu | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Selasa , 16 Oktober 2018

BAZNAS Indramayu Santuni 8.140 Pelajar Tidak Mampu

Dalam rangkaian Hari Jadi Ke-491 Kabupaten Indramayu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu kembali menyalurkan kepada asnaf fakir miskin untuk pelajar tidak mampu yakni dengan jumlah total sebanyak 8.140 orang dengan besaran per orang sebesar 250 ribu rupiah.

Penyaluran yang dilakukan pada tahap I dilaksanakan Rabu (26/09/2018) di halaman Kantor Kecamatan Kandanghaur yang meliputi eks Kawedanaan Losarang, Kadanghaur, dan Haurgeulis diperuntukan bagi 2.892 orang dengan nilai sebesar Rp.723.000.000,-. Sementara pada tahap II akan dilaksanakan pada Kamis (27/09/2018) di Pendopo Kabupaten Indramayu untuk 5.248 orang dengan jumlah sebesar Rp.1.312.000.000,-

Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, Moch. Mudor menjelaskan, penyaluran zakat infak dan shodaqoh (ZIS) untuk 8.140 orang tersebut senilai Rp.2.035.000.000,- BAZNAS Kabupaten Indramayu mencatat hasil perolehan ZIS sampai dengan 24 September 2018 berhasil terkumpul Rp.34.723.655.403,- terjadi kenaikan bila dibandingkan dengan perolehan tahun 2017 sebesar Rp.6.524.698.897,- (23.13 %).

Sementara itu Wakil Bupati Indramayu H. Supendi menjelaskan, pengelolaan zakat adalah salah satu kewajiban umat islam yang wajib dikeluarkan oleh mereka yang telah memenuhi persyaratan untuk mengeluarkan zakat. Zakat diyakini merupakan potensi besar umat islam untuk memberantas kemiskinan.

Khusus di lingkungan pendidikan, jika zakat ini mampu dikelola dengan baik maka persoalan-perssoalan pendidikan terutama dari kalangan siswa tidak mampu bisa dapat teratasi dengan cepat. Sehingga dana ZIS yang didapat bisa langsung disalurkan dengan cepat.

“Manakala umat islam sadar untuk mengeluarkan dan mempercayakan pengelolaan zakatnya kepada BAZNAS, saya yakin kemiskinan akan dapat teratasi. Manakala zakat dikelola dengan benar maka kesejahteraan umat islam  akan dapat terwujud. Meningkatnya jumlah setiap tahun hal ini karena kepercayaan terhadap BAZNAS semakin tinggi,” tegasnya.

Perolehan ZIS dari masyarakat Kabupaten Indramayu setiap tahun selama ini selalu mengalami peningkatan. Namun perolehan tersebut masih jauh dari potensi zakat infaq shodaqoh yang ada di masyarakat. Hal tersebut disebabkan keyakinan masyarakat terhadap kewajiban membayar zakat masih sangat kurang.

Pada kesempatan itu juga Wakil Bupati menekankan agar BAZNAS Kabupaten Indramayu lebih aktif dan inovatif dalam memberikan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengeluarkan zakat infaq shodaqoh serta menerapkan prinsip transparansi dalam manajemennya agar pengelolaan dana zakat infaq shodaqoh bisa lebih baik, lebih amanah, lebih proffesional serta lebih akuntabel untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan khususnya umat islam Kabupaten Indramayu. (Aa DENI/Diskominfo Indramayu)