Bursa Inovasi Desa, Berharap Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat – INDRAMAYUKAB.GO.ID
Kamis , 22 Agustus 2019

Bursa Inovasi Desa, Berharap Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

DISKOMINFO, INDRAMAYU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu secara keseluruhan telah melakukan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) 2019 di berbagai Regional atau Eks Kawedanaan di Kabupaten Indramayu. Kali ini di Regional I menjadi tempat terakhir pelaksanaan BID 2019 yang dilaksanakan di Grand Hotel Trisula Indramayu, Selasa (30/7/2019).

Kegaiatan yang diinisiasi oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Regional I Indramayu yang meliputi Kecamatan Indramayu, Sindang, Arahan, Cantigi, Pasekan, Lohbener dan Balongan, telah diikuti 62 kepala desa didampingi Anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) beserta tokoh masyarakat untuk menentukan program inovasi desanya.

Mereka menentukan program inovasi desa sesuai dengan kondisi lingkungannya seperti bidang infrastruktur kemudian kewirausahaan dan sumber daya manusia. Dengan jumlah 106 inovasi desa yang didapat dari berbagai daerah di Indonesia telah tervalidasi oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Republik Indonesia (KemendesPDTT-RI).

Kepala DPMD Kabupaten Indramayu H. Sugeng Heryanto menaruh harapan lebih kepada 309 kepala desa di seluruh Kota Mangga khususnya di Regional I Indramayu agar kegiatan BID 2019 semata-mata bukan seremonial. Melainkan program inovasi desa itu wajib dilaksanakan dengan cara bermusyawarah kemudian dituangkan dalam Rencana Kerja Program Desa (RKPDes) Tahun 2020.

Selain itu, peran kepala desa tidak hanya pada penentuan program inovasi desa dan kemudian melaksanakannya, melainkan melalui inovasi tersebut harus memberikan manfaat kepada kepentingan masyarakat. Mengingat Tim Pendamping Desa (PD) dan Tim Inovasi Kabupaten (TIK) akan memonitoring sejahuh mana program inovasi desa itu dijalankan.

“Harus digarisbawahi kepala desa ketika sudah mengisi tiket komitmen dan tiket inovasi desa kemudian dituangkan dalam RKPDes 2020 dan dilaksnakan di masing-masing desa. Maka bukan sampai disitu tahap keberhasilan seorang kepala desa. Tetapi Tim Pedamping P3MD, Satker P3MD Jawa Barat kemudian PLD dan PD beserta TIK dan TPID akan bersama memonitoring sejauh mana penerapan program inovasi desa itu dapat memberikan manfaat atau tidak kepada masyarakat,” papar sugeng.

Peran Serta SKPD Pada Program Inovasi Desa

H. Sugeng Heryanto yang juga Ketua Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Indramayu tidak menutup kemungkinan kegiatan BID 2019 bisa dilaksanakan dengan sendirinya. Tetapi melalui peran serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Indramayu dalam pelaksanaan BID bisa lebih maksimal dan berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Bursa Inovasi Desa 2019 sudah berakhir dilaksanakan dan bisa terselanggarakan dengan maksimal di masing-masing Regional di Kabupaten Indramayu. Tidak lain dari peran serta SKPD yang juga anggota TIK seperti BAPPEDA, DINKES, DISKOMINFO, DISDIK, DPUPR dan DISPORA. Sehingga kegiatan BID 2019 bisa terselanggarakan dengan baik sesuai tupoksi yang terkandung dalam surat keputusan,” tambah dia.

Sementara itu, salah seorang peserta studi banding pada DPMD Kabupaten Cirebon, Iis Iskandar mengaku, sangat terkesima menyaksikan langsung kegiatan BID 2019 di Indramayu yang bisa diselenggarakan dengan baik dan merata di masing-masing Regional.

Dengan kondisi itu, menjadi media study banding bagi DPMD Kabupaten Cirebon yang akan meniru pelaksanaan BID 2019 dengan menggunakan sistem zonasi atau regional. Mengingat selama ini proses pelaksanaanya baru sampai sosilaisasi di setiap SKPD dan kecamatan.

“Kami datang hanya sebagai Study Banding karena di Kabupaten Cirebon belum melaksanakan BID 2019 hanya baru sosialisasi dan koordinasi dengan SKPD dan kecamatan. Sehingga bisa menjadi pebanding untuk Kabupaten Cirebon yang jumlah desa 412 desa ketika pelaksanaan BID 2019 nantinya persis menggunakan sistem regional,” ujar dia. (M.Toyib/Diskominfo Indramayu)