Disediakan Inovasi Desa, Kepala Desa Harus Komitmen

Dipublikasikan oleh Toyib pada

DISKOMINFO INDRAMAYU – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (KemendesPDT-RI) telah mendorong kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar sejumlah kepala desa memiliki program inovasi desa. Dalam upaya implementasi Dana Desa (DD) lebih efesien dan berguna untuk kepentingan masyarakat.

Hal itulah ditegaskan H. Sugeng Heryanto Kepala Dinas Pemberdayaan Masyrakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu dihadapan 41 kepala desa. Meliputi kecamatan Kedokan Bunder, Juntinyuat, Krangkeng dan Karangampel pada kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Regional II Indramayu, Rabu (24/7/2019) di Halaman Kecamatan Karangampel.

Menurut Sugeng, kegiatan BID 2019 ini yang dilakukan di setiap regional Kabupaten Indramayu bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kepala desa. Untuk berkomunikasi dengan Tenaga Ahli (TA) Program Pemberdyaan dan Pembangunan Desa (P3MD), Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) agar berkonsultasi mengenai bagaimana impelmentasi program inovasi desa.

“Silakan kepada kepala desa di Regional II Indramayu untuk berkonsultasi mengenai 104 sample inovasi desa meliputi Bidang Kewiraushaan, Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang sudah tervalidasi kementerian kepada Tenaga Ahli P3MD Indramayu, Tim Inovasi Kabupaten Indramayu dan teman-teman TPID yang bersama-sama menggas Bursa Inovasi Desa tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu Sugeng berkeinginan, pelaksanaan BID Tahun 2019 agar berbeda pada tahun sebelumnya yang dipusatkan di Kabupaten Indramayu langsung. Mengingat hasil pelaksanaan BID Tahun 2018 itu tidak merata yakni, hanya 152 desa di Kabupaten Indramayu yang memiliki inovasi desa.

“Keinginan dari kegiatan ini tidak seperti tahun sebelumnya BID dilaksanakan di kabupaten sehingga setelah selesai kegiatan peserta langsung meninggalkan tempat. Semoga tidak pada pelaksanaan BID tahun ini agar kepala desa datang di setiap regional untuk komitmen menentukan inovasi desa kemudian meniru dan diterapkan dalam RKPDes Tahun 2020,” tambahnya.

Hal yang sama diharapkan Camat Karangampel Dadang Oce Iskandar menurutnya, pelaksanan BID di Regional II atau Ekskwadanan Karangampel. Untuk tidak terjebak dalam kata inovasi yang dinilai baru oleh kepala desa dan belum dilakukan penerapan inovasi desanya di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu.

“Perlu diketahui kepada kepala desa kata inovasi merupakan pembaharuan bukan bersifat baru sehingga ketika dalam kegiatan BID ini jangan terjebak dengan kata inovasi yang kemudian dinilai baru atau jarang dilakukan oleh desa mana pun. Hasilnya apabila tetap dipaksakan maka inovasi tersebut ketika tidak sesuai dengan kondisi geografisnya jelas akan salah perencanaan,” harapnya.

Lanjut Dadang, kepala desa di Ekskwadanan Karangampel yang perlu dilakakukan adalah memanfaatkan potensi desa yang sudah ada untuk dikolaborasikan dengan menu inovasi desa.

“Kepala desa harus memanfaatkan betul potensi yang sudah ada di masing-masing kondisi geografis desanya. Untuk dikolaborasi dengan menu inovasi desa dan berkomitmen menerapkan inovasi desa tersebut untuk bisa tercapai demi kemajuan masyrakat,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan BID di Regonal II tersebut, sejumlah kepala desa mengisi tiket komitmen dan tiket inovasi desa yang sudah disediakan oleh petugas TPID Regional II Indramayu. Kemudian diberikan sertifikat yang diserahkan langsung oleh Tim Satuan Kerja (Satker) P3MD Propinsi Jawa barat. (M.Toyib/Diskominfo Indramayu)