Indramayu Percontohan Layanan Kewirausahaan Petani | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Senin , 23 April 2018

Indramayu Percontohan Layanan Kewirausahaan Petani

BUMN mendorong kewirausahaan petani melalui digitalisasi sistem dan korporatisasi pertanian. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kabupaten Indramayu pun dijadikan percontohan digulirkannya layanan kewirausahaan tersebut.

Menteri BUMN, Rini M Soemarno mengatakan, total ada 11 daerah di Jabar yang akan menjalani program tersebut. Selain Kabupaten Indramayu, daerah lainnya di antaranya Karawang, Majalengka, Ciamis, dan Cianjur.

‘’Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu ini jadi pilot project (untuk program kewirausahaan petani),’’ ujar Rini, saat menghadiri Peresmian Kewirausahaan Petani Sliyeg yang dilanjutkan dengan Penanaman Padi, di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/01/2018).

Rini menjelaskan, di Kecamatan Sliyeg ada 14 desa dengan jumlah petani yang mencapai sekitar 7.000 orang dan luas lahan 4.384 hektare. Di setiap desa itu, ada BUMDes sehingga total ada 14 BUMDes di Kecamatan Sliyeg. Di tingkat kecamatan lantas dibentuk Mitra BUMDes Bersama (MBB) Kecamatan Sliyeg.

Menurut Rini, berbagai BUMN ikut jadi pemegang saham dari MBB Sliyeg tersebut. Para BUMN itu berperan membantu petani sejak sebelum tanam, masa tanam, masa panen dan pasca panen, sesuai tupoksinya masing-masing.

‘’Melalui layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kecil,’’ kata Rini.

Seperti diketahui, digitalisasi sistem pertanian yang diinisiasi oleh PT Telkom dan diluncurkan sejak Maret 2017 itu dilakukan melalui empat tahap. Yakni pra tanam dengan penerapan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat. Hal tersebut merupakan wujud sinergi PT Jasindo, PT Askrindo dan Himpunan Bank Negara (Himbara).

Untuh tahap kedua yang berupa tahap tanam dilakukan dengan penyediaan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan yang merupakan wujud sinergi PT Pupuk Indonesia, PT Pertani, PT SHS dan PT PNM. Tahap ketiga yang merupakan tahap panen dilakukan dengan penyimpanan hasil panen dan resi gudang dari PT Pegadaian.

Sedangkan tahap keempat berupa pasca panen. Yakni dilakukan dengan penjualan dan distribusi hasil tani yang merupakan wujud sinergi Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia.

Dalam kesempatan sama, Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong petani untuk memaksimalkan sistem digitalisasi pertanian dan kewirausahaan petani. Pasalnya, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh petani.

‘’Selain memudahkan, juga akan mempercepat layanan administrasi serta bisnis yang berkaitan dengan petani atau pertanian,’’ tandas Anna. Aa DENI / Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Indramayu