Keripik Tike Ikonik Terpendam Desa Jumbleng Indramayu

Dipublikasikan oleh Toyib pada

DISKOMINFO INDRAMAYU  – Kalau kita berkunjung di Kota Mangga Kabupaten Indramayu atau sering melintas keluar dan masuk jalur Pantai Utara (Pantura)  tidak lengkap rasanya jika belum membawa buah tangan alias oleh-oleh untuk kerabat keluarga di rumah.

Buah tangan ini adalah, Keripik Tike makanan ringan khas Indramayu  berbahan baku dari tanaman umbi-umbian atau biji rumput teki yang bisa ditemui pada musim tertentu diolah secara tradisional dan memiliki rasa  yang gurih sekaligus bikin ketagihan para pengunjung ketika datang ke Kota Mangga Indramayu.

Keripik Tike sendiri berasal dari Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, olahan makanan ringan ini tetap eksis walau proses pembuatannya masih tradisional oleh masyarakat setempat. Keripik Tike memiliki warna tekstur putih dan ada bintik hitam-kehitaman dan mempunyai rasa yang gurih dan asin.

Tarini pengrajin Keripik Tike menjelaskan, proses pembuatan Keripik Tike dari mulai biji rumput teki yang didatangkan dari luar Indramayu dibersihkan lalu direndam dengan air bersih semalaman. Setelah direndam kemudian biji rumput teki disangrai hingga lunak berwarna kehitaman dan digeprek menggunakan palu.

Setelah itu kata Tarinih,  biji rumput teki yang sudah digeprek kemudian dijemur ditengah sinar matahari seharian hingga kering untuk kemudian masuk proses penggorengan hingga matang dan dikemas untuk siap dipasarkan baik dalam hingga luar daerah Kabupaten Indramayu.

Ia mennyebutkan, kondisi saat ini biji rumput teki sebagai bahan baku Keripik Tike sudah langka di desanya sehingga didapat dari luar daerah Indramayu, namun demikian tidak menghilangkan ciri dan cita rasa Keripik Tike khas Desa Jumbleng Indramayu.

“Bahan bakunya pertama kali disini mas, jadi dulu disini banyak rawa-rawa yang ditumbuhi tanaman biji rumput teki sebagai bahan utama Keripik Tike. Namun karena kondisi tanah yang berubah jadi sekarang biji rumput teki susah ditemui sehingga didatangkanlah dari luar Indramayu, tetapi untuk rasa Keripik Teki khas Indramayu ini banyak dicari dan dibeli masyarakat,”tambahnya.

Sebagai pengrajin sekaligus penjual Keripik Tike, sejumlah daerah khususnya di Jawa Barat banyak menyetok Keripik Tike dari Indramayu untuk kemudian dikemas secara mandiri dan diperjual belikan kembali dipasaran. Lanjut dia, harga Keripik Tike dijual dengan harga Rp 150.000/kilogram.

*Asal Mula Keripik Tike*

Kepala Desa Jumbleng Suyanto mengatakan, oleh masyarakat dahulu tumbuhan biji rumput  teki dijadikan ketahanan pangan dan menjadi konsumsi baku masyarakat menggantikan nasi dari tanaman padi. Sejarah menceritakan, tumbuhan biji rumput teki hanya direbus dan disangrai menggunakan bahan bakar seadanya untuk memenuhi kebutuhan perut ketika orang dahulu sedang mengembala sapi atau bertani.

“Dahulu seorang pengembala sapi menkonsumsi biji teki karena lapar. Namun karena tidak ada media memasak maka seorang pengembala itu membakar kotoran sapi yang kering untuk menyangrai biji teki hingga lunak dan menggeprek lalu dimakan,” kata Kades Jumbleng.

Sehingga pihaknya sebagai Kepala Desa Jumbleng terus mendorong masyarakat untuk memulai menanam biji rumput tike di setiap rumah, sebagai upaya melestarikan kembali bahwa bahan utama adanya Keripik Tike ini berasal dari Desa Jumbleng Indramayu.

“Maka saya selalu mengajak masyarakat untuk menanami biji rumput tike di depan rumahnya dalam upaya mencirikan dan memperlihatkan Ikonik Kampung Tike Desa Jumbleng Indramayu. Namun tidak kalah pentinya untuk melestarikan kembali biji rumput teki  sebagai bahan utama Keripik Tike, sehingga tidak   mengambil dari luar Indramayu,” tambahnya.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Desa Jumbleng terus mengupayakan potensi Keripik Tike dapat dikenal orang dan bisa  meningkat segi pendapatan masyarakat dengan menggandeng beberapa dinas dan BUMN untuk memberikan bantuan baik materi hingga pelatihan yang betujuan mendongkrak daya jual Keripik Tike dipasaran.

“Jadi pemerintah daerah melalui Diskopindag Indramayu sudah melakukan monitoring dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan mutu penjualan, seperti cara pengemasan yang menarik dan memfasilitasi labelitas halal. Selain itu, Pertamina Indramayu juga telah memberikan bantuan berupa program pendampingan wirausaha dan menyalurkan segelintir materi untuk pembangunan gapura Kampung Tike Desa Jumbleng Indramayu,” tutupnya. (M. Toyib/Diskominfo Indramayu)