Peringatan Hari Santri Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia – INDRAMAYUKAB.GO.ID
Kamis , 14 November 2019

Peringatan Hari Santri Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

DISKOMINFO INDRAMAYU – Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran islam rahmatan lil alamin, islam ramah dan moderat dalam beragama.

Hal tersebut ditegaskan Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejehteraan Rakyat Setda Indramayu, Maman Koestaman ketika menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Indramayu, Selasa (22/10/2019) di Alun-alun Indramayu.

Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Maman menambahkan, di samping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan- pesan perdamaian di dunia internasional.

Selanjutnya, dalam peringatan Hari Santri tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren.

 Dengan undang-undang tentang pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat.

“Dengan undang-undang ini negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya. Dengan undang-undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya,” tegas Maman dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan beberapa penghargaan kepada para pemenang yang mengikuti berbagai kegiatan perlombaan pada peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2019. (Aa Deni/Diskominfo Indramayu)