Potensi Perikanan Indramayu Terus Menggeliat – INDRAMAYUKAB.GO.ID
Selasa , 21 Januari 2020

Potensi Perikanan Indramayu Terus Menggeliat

Potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Indramayu terus menggeliat seiring dengan semakin canggihnya era digital belakangan ini. Tidak hanya perikanan tangkap, perikanan budidaya/tambak terus menunjukan jatidirinya dan menjadi andalan bagi para pelaku usahanya.

Potensi perikanan di Kabupaten Indramayu merupakan potensi terbesar di Jawa Barat yang meliputi 4 sub sektor yakni perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan perikanan, dan garam.

Untuk perikanan tangkap, ada dua jenis yakni perikanan tangkap di laut dan perikanan tangkap di perairan umum (sungai, danau/waduk, rawa, situ dan tambak). Untuk perikanan budidaya dikenal dengan budidaya air payau, tambak, dan air tawar dengan komoditi andalan seperti udang windu, udang vaname , bandeng, lele, rumput laut, ikan nila, dan ikan emas.

Sementara untuk sektor pengolahan saat ini di Kabupaten Indramayu telah tersebar berbagai olahan ikan dengan aneka ragam jenisnya. Namun yang paling fenomenal adalah pengolahan ikan menjadi kerupuk ikan dan udang, maupun pengolahan ikan asin.

Pemkab Indramayu telah menetapkan berbagai lokasi sebagai centra perikanan yang tertuang dalam SK Bupati. Wilayah Karangsong ditetapkan sebagai centra penangkapan dan pengolahan ikan laut. Kemudian centra perikanan budidaya, Pemkab Indramayu menetapkan tambak udang berada di wilayah Desa Karanganyar Kecamatan Pasekan, sementara untuk ikan lele berada di wilayah Kecamatan Losarang, dan pengolahan ikan lele berada di Desa Kenanga Kecamatan Sindang. Sementara untuk centra garam berada di Desa Santing Kecamatan Losarang.

Sementara untuk tempat lainnya dengan jumlah produksi yang lebih kecil ditetapkan sebagai daerah pendukung, seperti produksi garam di Karangsong,Kandanghaur, dan Krangkeng.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Abdur Rosyid Hakim menjelaskan, peluang pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Indramayu semakin terbuka lebar sejalan dengan potensi yang ada saat ini. Sektor Perikanan bisa menjadi usaha favorit masyarakat Indramayu, saat ini lebih dari 100 ribu orang menuju usaha di bidang perikanan.

Banyaknya masyarakat yang tertarik usaha di bidang perikanan ini, karena penyerapan hasil produksi yang terus diminati oleh masyrakat. Menurutnya, selagi masyarakat masih senang dengan ikan maka akan selalu terserap baik baik pasar lokal maupun pasar luar negeri.
Ketangguhan nelayan Indramayu dalam menangkap ikan juga sudah terkenal ke berbagai belahan bumi, nelayan Indramayu sanggup menangkap ikan sampai ke perairan Papua, Kepualauan Natuna hingga ke Laut China Selatan.

“Kita bisa lihat banyak kapal-kapal besar di Indramayu itulah bukti adanya peluang yang terus ada. Produksi kapal besar itu per tahun bisa mencapai 15 unit dan terus berkembang. Ini menunjukan bahwa peluang di perikanan terus terbuka lebar,” kata Hakim.

Selain itu, peluang lainnya yang terus mengeliat saat ini adalah banyaknya pelaku usaha tambak yang membudidayakan udang jenis vaname. Udang vaname ini memiliki nilai ekonomis karena bisa dijual pada umur 2 bulan dari umur idealnya 4 bulan ketika masa panen yang memiliki harga tinggi di pasaran.

AR Hakim menambahkan, saat ini peluang usahan ikan lele juga sangat terbuka lebar. Faktanya saat ini di Indramayu banyak masyarakat membudidayakan ikan lele, bukan hanya di areal tambak atau empang tetapi dalam skala rumahan juga sudah mulai banyak dan berkembang di Indramayu. Saat ini permintaan ikan lele sangat banyak, hal bisa dibuktikan banyaknya permintaan pasar luar Indramayu seperti tempat warung makanan pecel lele yang menyajikan menu utamanya adalah ikan lele.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu saat ini memiliki strategi untuk pengembangan usaha perikanan, ‘menjadikan usaha perikanan sebagai usaha yang maju dan lestari’ menjadi moto dan semangat bagi Diskanla untuk terus berproses dalam mengelola berbagai potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Indramayu.

Hakim mencontohkan, pada waktu sebelumnya banyak kapal nelayan dalam mengawetkan hasil tangkapannya dengan menggunakan es balok, namun kini kapal-kapal tersebut menggunkan mesin pendingin yang merupakan bantuan dari pemerintah.

Selain itu juga, penerapan teknologi juga sudah digunakan dengan menerapkan Penginderaan Jauh yang bekerjasama dengan Lembaga Antariksa Nasional (Lapan) untuk mennetukan koordinat lokasi titik ikan di lautan.

Tidak berhenti disitu, perhatian Pemkab Indramayu terhadap nelayan juga terus dilakukan, contoh yang paling nyata adalah pembinaan terhadap nelayan yang dilakukan rutin setiap tahun atau triwulan. Kemudian adanya bantuan terhadap nelayan seperti alat tangkap dan sebagainya.

“Selain itu juga, saat ini tengah dilakukan pembangunan doking atau kolam labuh kapal, asuransi nelayan, izin radio maritiman termasuk bantuan mobil pendingin terhadap TPI,” kata Hakim.