Sekda Ahmad Bahtiar Buka Simulasi Bencana | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Rabu , 12 Desember 2018

Sekda Ahmad Bahtiar Buka Simulasi Bencana

Sebagai upaya menanggulangi bencana alam yang dapat menimbulkan korban dan kerusakan lainnya, Komando Resort Militer (Korem-063) Sunan Gunung Jati (SGJ) Cirebon menggelar  Latihan Penanggulangan Bencana Alam Gabungan Tahun 2018 di Water Park Bojong Sari Kabupaten Indramayu, Selasa (28/11/2018).

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu H. Ahmad Bahtiar ini, diikuti peserta gabungan yang terdiri dari, Polisi Air Polres Indramayu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Indramayu, Komando Distrik Militer 0616 Indramayu dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Wilayah III Cirebon.

Dalam instuksinya, Sekda Ahmad Bahtiar mengatakan, sebagai daerah yang rawan bencana, simulasi penanganan bencana mutlak diperlukan. Hal ini sangat membantu tim gabungan yang menangani bencana bergerak cepat sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) ketika bencana itu benar-benar terjadi.

Ahmad Bahtiar memuji kesigapan tim gabungan ini. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh tim gabungan penanganan bencana sudah sangat baik dan dapat diandalkan.

“Sepanjang yang saya tahu, tim ini bekerja sangat luar biasa. Mereka cepat tanggap manakala ada bencana, saya harap irama kerja yang sudah baik ini terus dipertahankan,” katanya.

Sementara itu, Komandan Resort Militer (Danrem) 063 SGJ Cirebon  Kolonel Arm. Maryudi S. Sos menjelaskan, Korem mempunyai kewenangan dalam mengatasi bencana, seperti membentuk Satuan Tugas (Satgas) PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggualangan Bencana) yang berada di wilayah Jawa Barat termasuk di Indramayu.

“Kaitannya dengan penanggualangan bencana daerah maka Korem sesuai dengan rantai komando yang ada, membentuk Satgas PRCPB  untuk tingkat Kota, Kabupaten atau wilayah di Jawa Barat,”jelasnya.

Maryudi  menambahkan, terbentuknya Satgas PRCPB otomatis menciptakan unsur organisasi atau unit di dalamnya. Sehingga proses pelatihan penanggulangan bencana dibagi menjadi beberapa Unit seperti, Unit Kesehatan, Unit Bekang, Unit Zeni, Unit Penerangan, Unit TIK, Unit  Evakuasi dan Unit  Batalyon Pemukul Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana.

Tumbuhkan Kepedulian

Di tempat yang sama, Sementara itu Komandan Distrik Militer 0616 (Dandim-0616) Indramayu Letkol Kav. Agung Nur Cahyono S.I.P, mengatakan, tujuan pelatihan gabungan tersebut, dalam  rangka penanggualangan bencana yang bersifat antisipasi dan mitigasi, sehingga dari proses latihan akan terbentuk suatu prosedur tetap (Protap) yang mengikat.

“Dari protap yang mengikat itu, nantinya apabila di indramayu ada bencana,  baik bencana banjir maupun yang lain-lainya, kita sudah siap, makanya kita sekarang libatkan semua TNI, Pol Air, BPBD, Basarnas Wilayah III Cirebon sehingga ketika ada keterpaduan, Basarnas punya ilmu sendiri, BPBD punya ilmu sendiri, Militer punya ilmu sendiri dan tidak menimbulkan ego sektoral,” katannya.

Nur Cahyono berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap masyarakat, sehingga melalui pelatihan gabungan dapat menjadi kewaspadaan bersama, untuk melindungai warga di indramayu yang terkena bencana alam.

“Harapnnya semakin terlatih dan waspada, mengingat bencana kapan pun bisa terjadi dengan adanya latihan ini dibawah komando dari korem 063 SGJ, kita semakin baik dan bagus sehingga ketika ada kesalahan-kesahalan  mungkin kita bisa di perbaiki agar tidak menimbulkan kesalahan  lagi, dalam upaya kecepatan bertindak penyelamatan  kepada masyarakat,”harapnya. (M.Toyib / Diskominfo)