Kesehatan PDF Cetak Email
Indramayu - Statistik

KESEHATAN

A. Sarana & Sumber Daya

1. Sarana Kesehatan

Dalam melaksanakan program kesehatan di Kabupaten Indramayu diperlukan dukungan sarana kesehatan yang mencukupi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Data ketersediaan sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Indramayu sebagai berikut :

BANYAKNYA FASILITAS KESEHATAN MENURUT JENIS

DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2014

 

B. STATUS GIZI1

1. Status Gizi Ibu Hamil

a. Anemia

Berdasarkan laporan hasil survai anemia ibu hamil di tahun 2006, faktor yang mempengaruhi perubahan kadar HB adalah pekerjaan ibu hamil, status ekonomi, umur kehamilan, pantangan makanan dan prioritas konsumsi makan. Prevalensi anemia pada survai ini 25,9 % dengan rata-rata kadar hemoglobin 12,03 (simpangan baku 1,54 g/ dl).

Penderita anemia ibu hamil menurut tingkat pendidikan, yaitu : tidak sekolah (4,4 %), tidak tamat SD (12,2 %), tamat SD (50,3 %), SLTP (10,6 %), pendidikan DIII/ S1 (0,8 %) dan S2 (0 %). Hal ini menunjukkan semakin tinggi pendidikan semakin luas pengetahuan tentang pencegahan dan bahaya anemia baik sebelum maupun saat hamil dan melahirkan.

Penderita anemia ibu hamil menurut status ekonomi yaitu ; keluarga miskin/gakin (22,5 %) dan non gakin (77,5 %), kenyataan ini menunjukkan bahwa dengan ekonomi yang cukup tidak menjamin seseorang terbebas dari anemia sehingga perlu adanya KIE tentang kepatuhan pada konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) selama kehamilan dan persalinan di semua lapisan masyarakat.

Untuk cakupan pemberian tablet besi (fe) pada ibu hamil pada Tahun 2009 yaitu : Fe1 sebanyak 38.874 orang (90,29 %) dan Fe3 sebanyak 34.060 orang (79,11 %)..

Dari hasil survey anemia ibu hamil di tahun 2006, prevalensi anemia terbanyak ditemukan pada kelompok ibu hamil trimester III yaitu 58,6 % .

b.Kurang Energi Kronis

Kurang Energi Kronis (KEK) adalah keadaan kekurangan energi dalam waktu yang lama pada ibu hamil yang ditandai dengan ukuran lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.

Berdasarkan hasil survey Anemia dan KEK pada Ibu Hamil tahun 2006 bahwa sebanyak 201 (20,9 %) ukuran LILA ibu hamil < 23,5 cm dan ukuran LILA ≥ 23,5 % sebanyak 790 (79,1 %). Kondisi ini terkait erat dengan faktor Usia Ibu Hamil, Usia Kawin pertama Ibu Hamil, Pendidikan Ibu dan konsumsi suplemen.

Apabila dilihat golongan umur, prevalensi KEK tertinggi ditemukan pada kelompok umur 18 – 35 tahun yaitu sebanyak 92,0 % (185 orang dari 201 orang ibu hamil

Sedangkan dilihat dari pekerjaan, PNS/ TNI/ POLRI mempunyai prevalensi KEK paling tinggi, 33,33 %, hal ini dapat disebabkan karena kesibukan mereka dalam pekerjaan sehingga seringkali konsumsi makan tidak adekuat, sementara prevalensi KEK ibu hamil paling rendah dijumpai pada kelompok buruh 13,79 %. Kondisi ini disebabkan karena otot lengannya lebih banyak digunakan untuk aktivitas, sehingga terbentuk otot yang lebih tebal pada lengan bagian atas.

Sedangkan menurut umur kehamilan prevalensi KEK terbanyak ditemukan pada kelompok ibu hamil trimester II yaitu 50,2 % (101 dari 201 responden).

2.Sumber Daya Manusia (SDM)

Pelaksanaan upaya kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bila ketersediaan sumber daya manusia Kesehatan dapat tercukupi dan merata penyebarannya sesuai kebutuhan.

Saat ini Kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Kabupaten Indramayu dapat dilihat pada tabel berikut :

BANYAKNYA TENAGA MEDIS DIRINCI MENURUT JENIS

DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2014

 

3.Status Gizi Balita

Salah satu kegiatan yang mendukung program perbaikan gizi, yaitu Kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB). Hasil Kegiatan BPB tahun 2009 di Kabupaten Indramayu tingkat partisipasi balita yang ditimbang sebanyak 130.951 balita dari 132.806 balita yang ada (99,08 %). Hasil kegiatan BPB tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan indeks berat badan menurut umur sebanyak 876 (0,68 %) balita mempunyai status gizi buruk, 13.749 (10,50 %) balita status gizi kurang sementara itu sebanyak 114.959 balita (88,79 %) mempunyai status gizi baik dan sisanya sebanyak 1.002 balita (0,77 %) berstatus gizi lebih.

C.Kesehatan Lingkungan

Kesehatan Lingkungan sehat mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya.

1.Air Bersih

Dari jumlah 492.549 KK di Kabupaten Indramayu tahun 2009 terdapat 337.100 KK (68,40 %) KK yang memiliki Sarana Air Bersih (SAB), dengan rincian PDAM/Ledeng (14 %), Sumur Pompa Tangan/SPT (33 %), Sumur Gali (20 %) dan PAH (0,20%). Apabila dibandingkan dengan target pencapaian program sebesar 85 %, maka masih jauh dari yang diharapkan dan itu dapat memberikan gambaran bahwa sebagian besar masyarakat masih belum menggunakan air bersih.

Sedangkan hasil pemeriksaan kualitas air bersih tahun 2009 di Kabupaten Indramayu adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah PDAM yang diperiksa kualitas airnya 11 PDAM dan Jumlah PDAM yang airnya memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia, dan biologi sebanyak 10 PDAM (90,90 %)
  2. Jumlah Depot Air Minum (DAM) seluruhnya sebanyak 595 DAM dan Jumlah DAM yang diperiksa kualitas air minumnya sebanyak 398 DAM , hasilnya ternyata jumlah DAM yang air minumnya memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia dan biologi sebanyak 269 DAM (67,5 %).
  3. Jumlah kolam renang seluruhnya sebanyak 10 kolam renang. Dan jumlah kolam renang yang diperiksa kualitas airnya sebanyak 4 kolam renang . Dari 4 kolam renang yang diperiksa kualitas airnya, kolam renang yang memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia dan biologi sebanyak 2 kolam renang (50 %).
  4. Jumlah hotel dan penginapan seluruhnya sebanyak 17 hotel/penginapan. Dan hotel/penginapan yang diperiksa kualitas air minumnya sebanyak 16 hotel/ penginapan. Dari 16 hotel/penginapan yang diperiksa tersebut, jumlah hotel/penginapan yang kualitas air minumnya memenuhi syarat kesehatan sebanyak 14 hotel/penginapan (87,5 %).

 

2.Rumah Sehat, SPAL dan Tempat Sampah

Dari Jumlah rumah yang di periksa sebanyak 176.915 ternyata hanya 64,04 % yang memenuhi syarat kesehatan dari target yang diharapkan 75% . Rendahnya angka cakupan rumah sehat dapat disebabkan oleh laju jumlah penduduk Kabupaten Indramyu yang tinggi yang tidak diikuti dengan ketersediaan rumah yang memenuhi syarat, kurangnya pemeliharaan, dan faktor ekonomi masyarakat masih rendah. Rendahnya cakupan rumah sehat akan berdampak pada tingginya angka penyakit TBC, ISPA, Demam Berdarah dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.

Jumlah KK yang diperiksa pengelolaan air limbah rumah tangga sebanyak 150.008 KK ternyata hanya 50,62 % yang memenuhi syarat kesehatan. Demikian juga dengan jumlah Tempat Sampah dari 78.113 yang diperiksa ternyata hanya 60,22% yang memenuhi syarat. Rendahnya cakupan tempat sampah dapat di sebabkan salah satunya yaitu perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.

3.Jamban Keluarga

Cakupan kepemilikan jamban keluarga di Kabupaten Indramayu hanya 47,51 % dari target yang diharapkan, itu artinya masih banyak masyarakat Indramayu yang tidak memiliki jamban. Dari 47,51 % jamban yang ada hanya 63,56% yang memenuhi syarat kesehatan, rendahnya cakupan keluarga yang memiliki jamban maupun yang memenuhi syarat kesehatan disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, alasan kemiskinan disamping budaya masyarakat yang biasa buang air besar di tempat terbuka.

4.Tempat Pengolahan Makanan

Dari 10.582 Tempat Pengolahan Makanan yang ada sebanyak 8.673 yang diperiksa dan memenuhi syarat sehat 3.100 (29.30%). Masih rendahnya cakupan TPM disebabkan karena pengelola TPM masih kurang pengetahuan tentang cara produksi pangan yang baik dan masih rendahnya kesadaran untuk meningkatkan hygiene sanitasi makanan dan minuman.

Hasil pemeriksaan di UPTD Labkesda Kota Cirebon dari 180 sampel makanan untuk pemeriksaan benzoat dengan jumlah 36 sampel terdapat 2 sampel yang positif benzoat (5,88 %), pemeriksaan formalin dengan jumlah 36 sampel terdapat 2 sampel yang positif formalin (5,88 %). Pemeriksaan 36 sampel makanan ternyata ditemukan 14 sampel yang positif siklamat (63,64%)

Hasil pemeriksaan tahu di UPTD Labkesda Kota Cirebon dari 147 sampel tahu yang diperiksa ternyata ditemukan 64 sampel tahu (43,54 %) yang positif formalin.

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat

Kemandirian masyarakat dalam upaya mempertahanan dan meningkatkan derajat kesehatan dapat tergambar dari pencapaian program Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM).

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)

Kabupaten Indramayu Tahun 2009


Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu- Tahun 2010

NO

PUSKESMAS

JENIS TENAGA

MEDIS

PARAMEDIS

(Perawat&Bidan)

FARMASI

GIZI

TEKNISI MEDIS

SANITASI

KESMAS

1

Balongan

2

26

1

1

1

1

2

Plumbon

1

27

1

1

1

1

3

Margadadi

3

29

1

1

1

4

Pasekan

2

25

1

1

5

Sindang

1

22

1

1

1

6

Babadan

1

22

1

7

Cantigi

1

16

1

2

8

Lohbener

1

28

1

1

9

Kiajaran Wetan

1

22

1

10

Cidempet

3

25

1

1

1

1

11

Krangkeng

2

29

1

1

12

Kedungwungu

21

1

1

13

Karangampel

2

22

1

1

2

1

14

Kaplongan

1

19

1

15

Kedokan Bunder

2

30

1

1

1

1

16

Juntinyuat

2

26

1

1

17

Pondoh

1

22

1

18

Jatibarang

1

27

1

1

1

19

Jatisawit

2

27

1

2

20

Sliyeg

2

24

1

1

2

21

Tambi

1

23

2

1

1

22

Kertasemaya

2

27

1

1

23

Sukagumiwang

2

23

1

1

1

1

24

Bangodua

1

23

1

1

2

25

Kerticala

3

23

1

1

1

1

26

Tukdana

1

21

1

1

27

Losarang

2

25

1

1

1

28

Cemara

1

16

29

Lelea

2

21

1

1

30

Tugu

1

22

2

31

Trisi

2

34

1

1

32

Cikedung

2

25

1

1

33

Kandanghaur

3

31

1

1

1

1

2

34

Kertawinangun

1

21

1

1

1

35

Gabus Wetan

2

22

1

1

36

Drunten Wetan

1

10

37

Kroya

1

20

1

1

38

Temiyang

1

16

1

39

Anjatan

2

20

1

1

1

40

Bugis

1

24

1

41

Haurgeulis

3

27

1

1

1

1

42

Wanakaya

1

14

43

Cipancuh

1

16

1

1

44

Gantar

1

21

1

45

Widasari

2

24

1

1

1

4

46

Bongas

3

23

1

1

1

1

47

Sidamulya

1

17

1

1

1

48

Sukra

4

31

1

1

1

1

49

Patrol

1

22

1

1

Jumlah

80

1136

18

34

14

38

26