Tandatangani MoU dengan Kemenkominfo, Indramayu Menuju Smart City | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Selasa , 21 Agustus 2018

Tandatangani MoU dengan Kemenkominfo, Indramayu Menuju Smart City

Kabupaten Indramayu menjadi salah satu kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih sebagai teladan (role model) dalam mengimplementasikan Program Gerakan Menuju 100 Smart City. Program tersebut merupakan kerjasama antara pemerintah daerah dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, Kementerian PAN & RB, BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden, dan Kompas Gramedia.

Kepastian Kabupaten Indramayu menuju Program 100 Smart City ini setelah Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah melakukan penandatanganan kesepahaman (MoU) dengan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Samuel Abrijani Pangerapan, Selasa (08/05/ 2018) di Red Top Convention Centre Jakarta.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menjelaskan, pelaksanaan Smart City harus dilakukan secara kontinyu. Didalam konteks Smart City terdapat prinsip merubah kebiasaan buruk birokrasi yang selama ini bertele-tele dan lambat menjadi pelayanan yang super cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Rudiantara menambahkan, dengan pelaksanaan Smart City bagi kabupaten/kota akan berdampak bagi peningkatan kepuasan pelayanan publik. Dengan Smart City pada akhirnya akan menuju suatu kabupaten/kota yang leaveble atau layak huni.

Selanjutnya, tambah Rudiantara, Gerakan Menuju 100 Smart City ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam ekosistem Smart City. Gerakan tersebut diselenggarakan secara bertahap dari tahun 2017 hingga tahun 2019 mendatang diharapkan adanya 100 kabupaten/kota yang dapat dijadikan sebagai role model dalam mengimplemntasikan Program Smart City.

“Pada tahun 2017 lalu, kita sudah tetapkan 25 kabupaten/kota yang telah dipilih dan telah memperoleh pendampingan penyusunan masterplan serta quick wins smartcity. Tahun 2018 ini kami menetapkan 50 kabupaten/kota di Indonesia untuk melakukan hal yang sama termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Indramayu, Smart City dibangun melalui leadership komitmen,” tegas Rudiantara.

Sementara itu Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Arbijani Pangerapan menambahkan, terpilihnya Kabupaten Indramayu karena telah dilakukan assessment terhadap daerah yang bersangkutan. Selain itu adanya komitmen yang tinggi dari pimpinan daerah bupati/wakil bupati dan perangkat daerah lainnya, transparansi, dukungan anggaran, kebijakan, dan adanya perencanaan, ketersediaan akses internet, SDM IT, aplikasi serta telah terbangunnya infrastruktur awal yang bisa mendukung menuju Gerakan 100 Smart City.

Ditemui usai menandatangani MoU, Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah mengatakan, dengan masuknya Kabupaten Indramayu dalam Program 100 Smart City harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh SKPD yang ada di Kabupaten Indramayu. Dan ini harus dijadikan sebagai gerakan bersama dengan masyarakat, karena muara dari Smart City ini adalah kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Anna menambahkan, setelah penandatanganan ini semua SKPD yang ada di Kabupaten Indramayu harus melakukan terobosan dan inovasi berbasis teknologi informasi untuk pelayanan publik agar lebih efisien, efektif, dan lebih sederhana.

“SKPD harus segera membuat terobosan berbasis teknologi informasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat. Mewujudkan Indramayu sebagai kota Smart City adalah harus didasari oleh kemauan dan niat bersama,” tegas bupati.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Zakaria Joko Hartawan mengatakan, Kabupaten Indramayu siap untuk melaksanakan Smart City karena telah memiliki infrastruktur internet yg sudah terkoneksi di 31 kecamatan, kemudian telah memiliki 63 aplikasi baik untuk kebutuhan internal pemerintah daerah maupun publik, dan telah memiliki master plan untuk menuju kota Smart City.

“Dengan Smart City, maka beberapa aplikasi yang masih tersebar di SKPD maka harus segera terintegrasi, kami pun mendorong Perda virtual untuk segera diaktualisasikan,” tegas Kadis Kominfo. (Aa DENI/Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Indramayu)