Terapkan Kurikulum Berbasis Mangrove, Indramayu Cetak Rekor MURI | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Senin , 15 Juli 2019
Breaking News

Terapkan Kurikulum Berbasis Mangrove, Indramayu Cetak Rekor MURI

Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama dengan PT. Pertamina (Persero) Rafinery Unit VI Balongan akan menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pihak yang memasukan Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis Mangrove di sekolah formal. Langkah Pemkab Indramyu memasukan mangrove dalam kurikulum di sekolah dasar itu, merupakan yang pertama di Indonesia. Atas pencapaiannya, Pemkab Indramayu bersama PT Pertamina RU VI Balongan menerima penghargaan dari MURI atas kepeduliannya terhadap lingkungan hidup. Rencananya penyerahan piagam MURI akan dilaksanakan, Jum’at pagi (15/02/2019) di Pantai Pelabuhan Cirebon bersamaan dengan pembersihan pantai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman mengatakan, kepastian Pemkab Indramayu menerima piagam MURI itu setelah pihaknya menerima undangan dari Pertamina RU VI Balongan untuk bisa hadir pada kegiatan tersebut. Kegiatan yang bersamaan dengan pembersihan pantai itu akan dihadiri pula Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar.

Aep menjelaskan, sekolah mangrove adalah sekolah formal tingkat dasar yang berwawasan lingkungan hidup tematik mangrove dengan menerapkan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Tematik Mangrove sebagai muatan Iokal. Sekolah mangrove ini pertama digagas dengan menempelkan subsistem muatan lokal pada sistem baku pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Kabupaten Indramayu merupakan wilayah dengan bentang pantai yang panjang yakni 147 km, dengan kondisi demikian maka edukasi terkait lingkungan hidup, khususnya mangrove di wilayah Kabupaten Indramayu menjadi hal yang urgent. Selain itu tidak ada pendidikan lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Indramayu terkait Mangrove dan hal tersebut merupakan sebagai bahan konservasi mangrove di Pantai Karangsong.

Aep menambahkan, sejak tahun 2016 rintisan sekolah pelaksana tematik mangrove sudah dimulai yakni SDN 1 Karangsong, SDN 1 Pabean Udik, dan SDN Unggulan. Selanjutnya pada tahun 2017 dilakukan replikasi pelaksana tematik mangrove dengan jumlah sekolah terus bertambah yakni SDN 2 Karangsong, SDN 3 Karangsong, SDN 2 Pabean Udik, SDN 3 Pabean Udik, SDN 4 Paoman, SDN 1 Pasekan, SDN 3 Pabean Ilir, dan SDN 2 Cangkring.

Berikutnya pada tahun 2018, jumlah sekolah semakin bertambah yakni SDN 1 Singaraja, SDN 2 Singaraja, SDN 1 Balongan, SDN 2 Balongan, SDN 3 Balongan, SDN 4 Balongan, SDN 1 Majakerta, SDN 2 Majakerta, SDN 2 Pabean Ilir, SDN 1 Cangkring, SDN 3 Lamarantarung, SDN 1 Dadap, SDN 6 Dadap, SDN 3 Benda, dan SDN 2 Pringgacala.

“Pada tahun 2019 bersama dengan RU VI Balongan kita terus lakukan replikasi sekolah mangrove di seluruh kecamatan wilayah pesisir Kabupaten Indramayu di 11 Kecamatan,” tegas Aep.

Sementara itu General Manager RU VI Balongan, Burhanudin mengatakan, RU VI Balongan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang nyata terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu program yang telah diinisiasi sejak tahun 2017 oleh CSR RU VI Balongan adalah pengembangan sekolah mangrove. Program ini merupakan kerjasama antara Pertamina, dengan Pemkab Indramayu, dan tim ahli yang kompeten dibidangnya sehingga mewujudkan suatu perangkat pembelajaran yang komperhensif dan dilengkapi dengan kurikulum sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran. (Aa DENI/Diskominfo Indramayu)