Teroris yang Menyerang Pertamina RU VI Balongan Berhasil Dilumpuhkan | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Rabu , 18 Juli 2018

Teroris yang Menyerang Pertamina RU VI Balongan Berhasil Dilumpuhkan

Pada Jum’at pagi (29/06) sekitar pukul 08.30 WIB, sebanyak 7 (tujuh) orang teroris yang berkendaraan mini bus melakukan serangan secara tiba-tiba ke Pertamina RU VI Balongan. Para pelaku berhasil lolos dari pos pemeriksaan di Pos I dan melumpuhkan petugas penjaga gerbang masuk. Mereka kemudian langsung menuju Gedung Utama, menerobos area perkantoran, dan menyandera GM RU VI dan beberapa pekerja.

Mendapati keadaan tersebut, Section Head Security Pertamina RU VI beserta jajarannya melakukan koordinasi secara internal, untuk kemudian meminta bantuan Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna (Yonif 321/Galuh Taruna) untuk melumpuhkan teroris. Tidak butuh waktu lama, 30 personil setara 1 peleton pasukan Yonif 321/Galuh Taruna, diterjunkan untuk melakukan upaya penanggulangan, dengan melumpuhkan para teroris dan membebaskan para sandera.

Skenario tersebut merupakan simulasi yang dilaksanakan RU VI Balongan, khususnya Bagian Security, bekerjasama dengan Tim Yonif 321/Galuh Taruna. Setara total, sekitar 360 personil Security RU V, TNI, dan POLRI dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Tujuan simulasi ini adalah agar penanganan dan pengendalian keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat, terkoordinir dengan baik, dan kegiatan operasional dalam kilang dapat berjalan dengan normal.

Pertamina berkomitmen dalam upaya penanganan ancaman gangguan hambatan dan tantangan, khususnya dalan hal keamanan, termasuk kerja sama dengam unsur TNI. Yonif 321/Galuh Taruna sendiri adalah Batalyon Infanteri berkualifikasi Raider, yang berada di bawah kendali komando Brigade Infanteri 13/Galuh, Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Sebagai Objek Vital Nasional, Pertamina RU VI Balongan berperan dalam menjaga pasokan BBM dan LPG untuk wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Adanya ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan di RU VI, apalagi yang mengakibatkan kilang berhenti operasi, dapat berdampak negatif pada kondisi ekonomi, politik, sosial, bahkan kedaulatan bangsa Indonesia.

Pertamina berharap dapat tercipta sinergi dan harmoni yang lebih baik antara perusahaan dengan seluruh lapisan warga masyarakat, khususnya dengan instansi dan aparat pengamanan, sehingga dapat mendukung proses bisnis perusahaan yang semakin lancar dan baik, tanpa kendala suatu apapun. Aa DENI/Diskominfo Indramayu