Pendopo ‘Kampung Adat Ngarot’ Diresmikan, Identitas Desa Lelea Sebagai Desa Budaya Makin Kuat

Loading

DISKOMINFO INDRAMAYU — Pelestarian budaya lokal terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan identitas daerah dan kearifan lokal yang merupakan warisan dari leluhur.

Begitu pula dengan di Desa Lelea Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. Sebagai desa yang dikenal dengan ‘Adat Ngarot’-nya, Desa Lelea membranding dirinya sebagai desa ‘Kampung Adat Ngarot’.

Dengan menjadi ‘Kampung Adat Ngarot’, maka harus ada ruang publik yang menjadi simbol identitas Budayanya. Hal ini diwujudkan dengan membuat Pendopo ‘Kampung Adat Ngarot’. Pendopo ini berlokasi di Blok Sawah Desa Lelea.

‎Mewakili Bupati Indramayu Lucky Hakim, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Kadmidi, mengatakan, pembangunan Pendopo Kampung Adat Ngarot merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pelestarian budaya berbasis desa.

‎“Desa memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Maka darinya, pendopo ini diharapkan menjadi ruang hidup budaya yang terus digunakan, dirawat, dan dikembangkan bersama oleh masyarakat,” tegas Kadmidi, Selasa (10/2/26).

‎Selaras dengan itu, Camat Lelea, Atang Suwandi, juga menekankan, pentingnya pendopo sebagai ruang publik yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

‎”Diharapkan keberadaan pendopo dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah serta mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kuwu Desa Lelea, Raidi, mengatakan tujuan pembangunan Pendopo Kampung Adat Ngarot sebagai
‎pelestarian budaya.

‎”Pendopo ini sebagai upaya pelestarian tradisi leluhur, mengembangkan potensi budaya desa, serta mengoptimalkan pendopo sebagai pusat kegiatan sosial dan edukasi bagi generasi muda,” ungkapnya.

‎Diketahui, Pendopo Kampung Adat Ngarot merupakan pusat kegiatan sakral dalam pelaksanaan tradisi Ngarot, upacara adat warisan leluhur yang telah berlangsung sejak tahun 1686.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan akan hasil panen padi yang melimpah. Pendopo tersebut berfungsi sebagai tempat berkumpulnya Gadis Ngarot (Cuene) dan Bujang sebelum arak-arakan adat menuju halaman Kantor Desa Lelea saat penyambutan musim tanam padi.

‎Kampung Adat Ngarot sendiri dikenal sebagai salah satu warisan budaya Sunda yang kuat dengan nilai gotong royong dan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Indramayu.

‎Sementara itu, Dwi Pandri, salah satu Bujang Desa Lelea, mengaku bangga atas berdirinya pendopo tersebut.

‎”Semoga pendopo ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan adat dan budaya bagi generasi sekarang dan mendatang,” harapnya.

‎Dengan diresmikannya Pendopo Kampung Adat Ngarot, Desa Lelea kini memiliki ruang representatif sebagai “rumah budaya” untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan identitas budaya lokal.

Pendopo ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata budaya serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan seni dan adat tradisional.

‎(Diskominfo Indramayu)
Penulis: Rws
Editor: ds

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Scroll to Top