![]()
DISKOMINFO INDRAMAYU — Curah hujan tinggi sejak awal tahun menyebabkan sejumlah kawasan perumahan di Kabupaten Indramayu mengalami genangan hingga banjir.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah cepat dengan membuka ruang dialog melalui forum dialog penanganan banjir yang dipimpin langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim. Acara ini dihadiri perangkat daerah terkait, camat, lurah, RT/RW, perwakilan pengembang perumahan, serta masyarakat terdampak banjir, yang digelar di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Rabu (11/2/26)
Dalam forum tersebut terungkap, banjir di kawasan perumahan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya terhambatnya saluran pembuangan air akibat bangunan yang berdiri di atas saluran air, serta belum optimalnya pengelolaan embung atau kolam retensi. Kondisi ini menyebabkan genangan air hingga setinggi lutut di beberapa perumahan.
Kolam retensi sendiri merupakan infrastruktur pengendali banjir berupa kolam atau waduk buatan maupun alami yang berfungsi menampung sementara air hujan dan limpasan permukaan. Keberadaannya diharapkan dapat mengurangi puncak debit banjir, mencegah luapan air ke permukiman, sekaligus mendukung konservasi air melalui proses peresapan ke dalam tanah.
Dialog berlangsung secara terbuka dengan melibatkan masyarakat dan pengembang perumahan untuk mencari solusi bersama atas banjir yang terjadi sejak Januari hingga beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif tanpa saling menyalahkan.
Dalam arahannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan, forum dialog ini sengaja digelar untuk membahas persoalan banjir, sampah, dan tata kelola lingkungan secara terbuka agar masyarakat juga dapat berpartisipasi secara langsung. Menurutnya, secara geografis Indramayu merupakan daerah rendah yang menjadi muara aliran air, sehingga penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan humanis.
“Penanganan banjir tidak bisa diselesaikan 100 persen dalam waktu singkat. Normalisasi drainase, pembersihan saluran, pembangunan kolam retensi, serta kontribusi pengembang menjadi langkah penting, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda, menyampaikan, forum ini digelar berdasarkan hasil kunjungan Bupati Indramayu ke sejumlah kawasan perumahan terdampak.
“Tercatat terdapat 21 perumahan yang sudah tidak memiliki pengembang, sehingga penanganan melibatkan RT/RW dan masyarakat setempat. Kami berharap forum ini menghasilkan solusi terbaik agar ke depan kawasan perumahan di Indramayu Kota lebih aman dan terbebas dari banjir,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik menjelaskan, sistem drainase di kawasan perumahan saat ini belum terintegrasi secara optimal. Menurutnya, berdasarkan hasil survei, rencana pembangunan kolam retensi dinilai dapat mengurangi banjir, khususnya di wilayah Indramayu Kota.
Sejumlah perwakilan masyarakat turut menyampaikan aspirasi. Ketua RW 12 Perumahan Marga Mekar Indah, Riyanto, menyebut banjir mulai terjadi setelah pembangunan perumahan baru yang mengubah arah aliran air dari Jalan Jenderal Sudirman ke kawasan permukiman. Riyanto mengusulkan pembangunan kolam retensi, normalisasi drainase, gorong-gorong, serta penyediaan pompa air.
Ketua RW 11 Kelurahan Lemah Mekar, Warsono, meminta pengerukan lumpur di aliran sungai sekitar Lemah Abang, Lemah Mekar, dan Margadadi. Sementara Ketua RW 06 Perumahan Griya Ayu mengusulkan pembangunan senderan Sungai Patil serta pengerukan rutin guna memperlancar arus air.
Dari pihak pengembang, menyampaikan, normalisasi saluran di wilayahnya telah dilakukan dan berharap kelanjutannya dapat diteruskan oleh pemerintah daerah hingga ke muara Karangsong.
Menanggapi seluruh masukan tersebut, Bupati Lucky Hakim menegaskan, semua saran akan ditampung dan dievaluasi. Langkah penanganan yang disepakati meliputi mediasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir, penentuan metode penanganan, serta pelaksanaan teknis di lapangan. Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk aktif berdiskusi dan berkontribusi di wilayah masing-masing agar solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif, sinergis, dan berdampak nyata dalam menurunkan risiko banjir di Indramayu.
(Diskominfo Indramayu)
Penulis : RW
Editor : ds



