H. Supendi: "Melanjutkan Pembangunan, Wujud Bela Negara" | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Selasa , 19 Maret 2019

H. Supendi: “Melanjutkan Pembangunan, Wujud Bela Negara”

Bela negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air sesungguhnya sedang melakukan bela negara. Merekalah yang telah membuat republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya.

Hal tersebut ditegaskan Plt. Bupati Indramayu H. Supendi ketika menjadi Inspketur Upacara pada Peringatan Hari Bela Negara dan Hari Ibu tahun 2018 yang berlangsung di Alun-Alun Indramayu, Jum’at (28/12/2018).

Bela negara adalah kerja sama segenap elemen bangsa dan negara. Bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur program instansi atau satuan kerja tertentu saja. Bela negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi seganap komponen masyarakat. Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing – masing.

Supendi menambahkan, untuk mewadahi hal tersebut, pada bulan September lalu telah diterbitkan Inpres Nomor 7 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional bela negara tahun 2018-2019. Inpres ini menggenapi perwujudan amanat bela negara dalam UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan peraturan perundang – undangan tentang pertahanan negara. Inpres ini mewujudkan bela negara sebagai hak azazi manusia bangsa Indonesia sesuai pasal 68 Undang – Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang hak azazi manusia (HAM) yang mengamanatkan agar segenap bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam bela negara. Di dalamnya tercermin keluasan konteks bela negara yang semakin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahan dunia di segala bidang.

Sebagai contoh, lanjut Supendi, di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah memasuki era robotik.

“Alhamdulilah, tahun ini negara kita sudah memulai langkah dengan merampungkan roadmapindustri 4.0. Saya tegaskan bahwa roadmap ini bukan untuk gagah-gagahan. Roadmap inipun dapat dianggap sebagai manifestasi bela negara. Roadmap ini mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik. Era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi – teknologi disruptif,” tegas Supendi.

Oleh karena itu, wujud bela negara di tengah teknologi disruptif bukanlah larut dalam disruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif. Justru bangsa kita harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan baik dalam konteks sosial maupun alamiah.

Dalam konteks sosial, kemampuan generasi milenial mengantisipasi kecepatan perubahan dunia tidak boleh terlepas dari pondasi budaya, kearifan lokal, dan nilai – nilai luhur bangsa. Sedangkan dalam konteks alamiah, penghargaan bangsa terhadap kelestarian lingkungan adalah wujud bela negara yang sangat penting.

“Diperlukan cara – cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman agar anak – anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia di masa depan,” tegas Supendi. (Aa DENI/Diskominfo Indramayu)