Ilmu dan Teknologi Tanpa Dinamis Bahasa dan Sastra Itu Primitif

Hana Faizatul Hajar (2103013) Mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu

Bahasa merupakan media penyampaian untuk berkomunikasi dan sastra adalah sebuah bentuk karya seni sedangkan ilmu pengetahuan memiliki beberapa istilah dalam bahasa arab yaitu ilm, dalam bahasa inggris yaitu scienti, kemudian dari Bahasa Latin yaitu Scientia yang dalam aturan kata kerja scire adalah tahu atau mengetahui, jika dijabarkan dalam Kamus Besar ilmu pasti pengetahuan. Kemudian teknologi adalah aplikasi ilmu pengetahuan untuk menciptakan alat, mesin, sistem, dan proses yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, namun dinamika bahasa dan sastra selalu berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

Maka Bahasa dan Sastra memberikan kerangka pemikiran dan keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan gagasan dan konsep dalam ilmu dan teknologi. Bahasa dan sastra juga memungkinkan transfer pengetahuan dan pengalaman dari generasi ke generasi dan menunjukan bagaimana ilmu dan teknologi dapat diterapkan dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas, akan tetapi bahasa dan sastra harus terus secara dinamis agar terus membantu perubahan dalam perkembangan ilmu dan teknologi.

Lalu seberapa penting bahasa dalam perkembangan ilmu pengetahuan, maka disinilah mulai munculah pertanyaan-pertanyaan, apakah kita memakai pikiran saat kita berbahasa? Apakah mampu berbahasa tanpa berfikir?, apakah berhasa dapat merubah pola pikir orang lain?, lalu apa kaitan nya bahasa dengan pemikiran, setiap susunan bahasa yang disimak dan dipahami, maka otak akan berpikir untuk mengolah kembali bahasa yang telah disimak untuk diucapkan, baik dalam penyerapan dan pengimplementasian bahasa maka semakin terlihat pula lugas dalam berbahasa yang diucapkan.

BACA  IGORNAS Indramayu Catatkan 50 Ribu Peserta, Ikut Pecahkan Rekor MURI Senam SKJ Pelajar Tahun 2022

Poin penting dalam berbahasa ada dalam peran sebagai media berfikir dan media komunikasi adalah kosakata, maka yang paling baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah bahasa yang memiliki kosakata yang banyak, seperti yang kita ketahui mengapa bahasa inggris sebagai Bahasa Internasional karena Bahasa Inggris memiliki bahasa yang paling banyak kosakata, terungkap dari survey yang diungkapkan bahwa Bahasa Inggris memiliki sekitar 450.000 kata (1981); Bahasa Prancis dan Rusia masing-masing hanya memiliki sekitar 150.000 kata (1983); pada tahun 1991, Bahasa Indonesia memiliki sekitar 72.000 kata (Huda, 1999) oleh karena itu banyak buku-buku ilmu pengetahuan dicetak dalam bahasa inggris, sebab itu jika kita terkebelakang oleh perkembangan bahasa maka yang akan kita dapatkan ketidaktahuan dalam ilmu pengetahuan.

Pengembangan ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai alat komunikasi. Seseorang dapat menyampaikan opini, gagasan, sanggahan dan yang ada dipikirannya oleh bahasa, jika tidak megusai dan memahami bahasa bisa saja ketika akan menyampaikan sesuatu di suatu perkumpulan dilaksanakan secara formal penyampaiannya tercampur aduk antara bahasa formal dan non formal, atau jika dipaksakan menggunakan bahasa formal akan terbata-bata. Namun sekarang penyampaian gagasan pemikiran nya melalui karya tulis, di era serba digital banyak karya tulis yang dipublikasikan secara media online, sekarang ilmu pengetahuan semakin berdekatan dengan teknologi.

Perkembangan teknologi semakin meningkat karena semakin banyak dikenal masyarakat bahkan sebagian besar telah menjadikan teknologi adalah sebuah kebutuhan dan terus menciptakan inovasi dan karya-karya terbaru secara dinamis. Salah satunnya adalah sebuah teknologi Smartphone yang menjadi icon dalam teknologi. Karena kelebihanya yang begitu banyak maka smartphone menjadi sebuah fenomena dibandingkan oleh handphone. Karena itu sekarang dunia ini menyebutkan sebagai teknologi komputerisasi. Teknologi komputer secara general dan khususnya smartphone berperan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan bahasa.
Tentunya dalam teknologi banyak kosakata baru atau kosakata ilmu pengetahuan dan ilmu komputer, maka dinamika bahasa dan sastra selalu berkembang dengan seiring berjalannya waktu dengan adanya perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap bahasa, struktur, tema dan gaya sastra, serta bagaimana karya sastra diakses dan dinikmati.

BACA  Ngiung-Ngiung Hayuk Reborn, Inovasi Puskesmas Lohbener Terbaik di Jawa Barat

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengapresiasi hubungan dinamis antara bahasa, sastra, dan perkembangan ilmu dan teknologi. Jika tidak memahami bahasanya tentu saja kita tidak mendapatkan manfaat dari ilmu atau tidak dapat mengembangkan teknologi. Maka semakin baik mengusai bahasa maka semakin mudah pula peyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena ilmu pengetahuan dan teknologi tak luput dari kalimat dari kosakata Ilmu pengetahuan dan teknologi. ( Hana Faizatul Hajar )

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Scroll to Top