Kunjungi Kota Mangga, Bunda Cinta Keliling Indramayu

Dipublikasikan oleh Toyib pada

DISKOMINFO, INDRAMAYU – Sejumlah masyarakat Kota Mangga antusias menyambut kedatangan Bunda Cinta atau Atalia Praratya Ridwan Kamil dalam rangka program Siaran Keliling (Sarling) Jawa Barat yang mengunjungi sejumlah tempat di Kabupaten Indramayu.

Hal itu terlihat, ketika Atalia Praratya Kamil selaku Tim Penggerak PKK, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Bunda Paud, Bunda Literasi, Ketua Forikan dan Duta Pasar Rakyat Provinsi Jawa Barat, menyapa pedagang di Pasar Bangkir Kecamatan Lohbener Indramayu, Rabu (19/2/2020).

Sosok yang kerap di panggil Bunda Cinta itu memberikan bekal kepada pedagang tentang keamanan pangan atau produk makanan yang dijual kepada masyarakat. Sesekali istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu meninjau dan menanyakan harga kebutuhan pokok kepada pedagang sekaligus membeli produk olahan khas Indramayu.

“Tadi dari pantauan kami tidak ada makanan-makanan yang positif mengandung zat berbahaya. Jadi dari mulai Terasi, Kerumuk dan makanan-makanan ringan semunya aman untuk dikonsumsi. Selain itu ternyata harga bawang putih di Indramayu murah dan berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat dan saya juga membeli kerupuk udang makanan khas Indramayu,” katanya.

Di samping itu, Bunda Cinta juga memberikan bingkisan hadiah kepada petugas kebersihan di Pasar Bangkir Indramayu yang telah menciptakan kondisi pasar yang bersih dan nyaman, sehingga bagaimana mendorong masyarakat untuk mau berbelanja ke pasar tradisional.

Sementara saat bertolak ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Babadan Desa Penganjang Indramayu, Bunda Cinta Atalia Praratya Kamil tidak kalah meriah saat diterima dengan hangat oleh sejumlah petugas kesehatan setempat.

Dalam kunjungannya, Bunda Cinta sangat mengapresiasi upaya penurunan stunting yang dilakukan Puskesmas Babadan Penganjang Indramayu. Pasalnya upaya intervensi terhadap kasus stunting terbukti telah diupayakan dan dilaporkan kepada Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

“Saya apresiasi upaya Puskesmas Babadan Indramayu dalam upaya penurunan stunting, dimana dari 162 kasus stunting saat ini hanya 12 yang tersisa. Dan terimakasih pelayanan kesehatan Puskesmas Babadan Indramayu telah menyediakan perpustakaan, sehingga terdapat literasi untuk para pasien ketika menunggu antrian pelayanan kesehatan,”tambahnya.

Selanjutnya Program Sarling Jabar juga meninjau Pembinaan Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) Bougenville di Kelurahan Kepandean Indramayu, dalam kunjungannya Bunda Cinta memberikan bantuan dacin dan souvenir untuk para kader posyandu.

“Saya sangat takjub ternyata di setiap kelurahan di Kecamatan Indramayu terdapat enam Posyandu, memang ini penting sekali untuk disebar luaskan. Sehingga tinggal masyarakat untuk berkenan datang kemudian melakukan pemeriksaan untuk bayi/balita secara rutin ,” ungkap Atalia.

Kamudian bersama rombongan dari kepala SKPD dan kepala biro tingkat Jawa Barat itu, Atalia Praratya Kamil yang juga sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendatangai Taman Keanak-Anak (TK) atau PAUD di TK Cendikia Kelurahan Singajaya Indramayu.

Setibanya di TK Cendikia Indramayu, Bunda Literasi Atalia Praratya Kamil, terpukau menyaksikan anak-anak yang lihai memainkan alat musik drum band dalam menyambut kedatangannya dan bangga ketika melihat anak-anak aktif berinteraksi dalam menceritakan cita-citanya di masa yang akan datang.

“Mereka aktif menceritakan cita-citanya dewasa nanti, sehingga perlu untuk di dorong oleh orang tua dan tentunya peran pemerintah. Selain itu peran orang tua harus memperhatikan kemampuan atau potensi anak-anak termasuk menjaga kondisi kesehatannya serta bagaimana orang tua menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya,”paparnya.

Berakhir kunjunganya di TK Cendikia, Bunda Literasi bersama rombongan menyempatkan diri datang di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sindang Indramayu. Kedatangannya Atalia Praratya Kamil ini takjub melihat penampilan kreasi siswa, salah satunya drama kolosal cerita Gadis Junti yang diceritakan dan diperagakan persis di hadapnnya.

Atalia menyebutkan, murid sekolah di Indramayu memiliki potensi yang luar biasa dalam olah kreativitas siswa, terbukti telah mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat dalam membantu aktivitas masyarakat. Terlebih kata Bunda Literasi, murid sekolah di SMA N 1 Sindang sudah paham tentang pemahan berita hoax. Namun kata dia, perlu diimbangi dengan pemahaman bulliying.

“Saya ingatkan kepada anak-anak bahwa kasus bulliying ternyata 39% terjadi di anak-anak SMA dan lainnya. Maka ini penting untuk saya informasikan bagaimana kemudian mereka tidak melakukan bulliying karena dampaknya bukan hanya menyakiti fisik atau non fisik seseorang, melainkan orang yang membulinya sama persis akan merugi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga Bunda Literasi Atalia Praratya Kamil bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Propinsi Jawa Barat dengan diikuti ribuan murid SMA N 1 Sindang Indramayu mendeklarasikan warga Jawa Barat anti hoax.

Berakhir kunjunganya di SMA N 1 Sindang Indramayu, kemudian Bunda Cinta bersama rombongan bertolak menuju pusat pengrajin batik di Paoman Indramayu untuk melakukan peninjauan temu Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan gelar Produk Program One Pesantren One Product (OPOP).

Selanjutnya, mengunjungi kawasan wisata Pantai Karangsong Indramayu sekaligus meninjau keberadaan satwa hutan mangrove dan menjelaskan satwa flora dan fauna endemik Hutan Mangrove Indramayu kepada masyarakat. (M.Toyib/Diskominfo Indramayu)