Terapkan Program Desa Cantik, BPS dan Diskominfo Indramayu Berikan Pembinaan di Desa Tegalurung

DISKOMINFO INDRAMAYU – Bidang Statistik dan Persandian (Santik) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu melaksanakan sosialisasi, pembinaan serta pencanangan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dalam mendorong kolaborasi data untuk kebijakan tepat sasaran, Selasa (19/09/2023).

Desa Cantik 2023 merupakan sebuah program peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data regsosek sehingga perencanaan pembangunan desa menjadi lebih tepat sasaran.

Kegiatan yang diselenggarakan di kantor Desa Tegalurung tersebut dihadiri oleh Camat Balongan, Opik Hidayat, Ketua BPS Indramayu, Ono Margiono, Kepala Bidang Santik Diskominfo Indramayu, Kiky Nurhakiky, Kepala Desa Tegalurung yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Aparat Desa, Babinsa Tegalurung dan Babinkamtibnas Tegalurung.

Dalam sambutannya, Camat Balongan, Opik Hidayat mengatakan dirinya bersyukur atas terpilihnya Desa Tegalurung yang menjadi desa percontohan program Desa Cantik.

“Alhamdulillah, Desa Tegalurung ini dapat menjadi desa percontohan di Kabupaten Indramayu dalam penerapan program Desa Cantik,” ungkapnya.

Diketahui, Desa Tegalurung merupakan salah satu desa dari 230 desa terbaik se-Indonesia untuk menjadi desa percontohan di Kabupaten Indramayu dalam penerapan program Desa Cantik yang diselenggarakan BPS.

Kemudian, menurut Kepala BPS Indramayu, Ono Margiono, pembinaan program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan serta masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa dan seluruhnya dalam standarisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan perbandingan indikator statistik,” ujarnya.

BACA  Supendi Datangi Bendung Rentang Minta Tambahan Air

Selain itu, Ono juga menambahkan, tujuan pembinaan tersebut adalah mengoptimalisasi pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa/kelurahan dapat tepat sasaran.

“Pembinaan atau sosialisasi ini juga mengoptimalisasi penggunaan data statistik sehingga program-progam pembangunan yang di desa atau kelurahan tepat sasaran dan juga dapat mengentaskan kemiskinan,”

Selanjutnya, Kepala Bidang Santik Diskominfo Indramayu, Kiki Nurhakiky mengatakan Desa sebagai satuan wilayah terkecil diharapkan dapat menjadi subjek dalam pembangunan pemerintah desa hingga pusat.

“Desa itu sekarang perannya sangat strategis, karena sebagai satuan wilayah terkecil, desa diharapkan bukan sebagai objek pembangunan tetapi sebagai subjek, karena kebanyakan data itu dari desa, untuk mencapai itu, pemerintah desa harus memiliki tata kelola yang baik, salah satunya yaitu pengelolaan data statistik,” katanya. (ISN/MTQ–Tim Publikasi Diskominfo Indramayu)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Scroll to Top