Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim, Ini Langkah Pemerintah untuk Petani Indramayu | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Selasa , 16 Oktober 2018
Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim, Ini Langkah Pemerintah untuk Petani Indramayu

Wakil Bupati Indramayu H. Supendi bersama dengan Komandan Kodim 0616, Letkol Kav Agung Nur Cahyono, Ketua penanggung jawab upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale) Provinsi Jawa Barat, Banun Harpini lakukan peninjauan irigasi di Kecamatan Kandanghaur, Losarang dan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, Selasa (31/07/2018).

“Kita mengecek langsung kondisi lapangan, mengevaluasi penanganan masalah air di 3 kecamatan dan siapkan langkah antisipasi untuk perkecil dampak cuaca ekstrim yang diperkirakan bakal datang sampai 2,5 bulan mendatang,” kata Banun.

Tinjauan lapangan juga turut dihadiri Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu serta Direktur Irigasi Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian dan Kepala Bagian Umum Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, ditemukan 258 ha tanaman padi umur 50-60 hari yang puso dan sekitar 6.350 ha yang berpotensi puso jika dalam waktu 7 hari kedepan tidak terairi. Banun juga mengidentifikasi kelompok tani yang terkena puso dan segera mengusulkan untuk pengajuan klaim asuransi pertanian ke Jasindo atau bank yang terkait dan juga meminta pejabat dari Ditjen PSP untuk percepatan proses pembayaran klaimnya.

Belajar dari pengalaman ini, Banun mengajak para petani yang belum mengikuti program asuransi pertanian yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian, untuk dapat segera bergabung di musim tanam depan. Ia pun menghimbau para petani untuk berdisiplin melaksanakan tanam serentak per golongan air. Menurut pengamatan di lapangan, terlihat bahwa tanaman yang puso, rata-rata adalah lokasi dengan masa tanam yang terlambat.

Sementara itu Wakil Bupati Indramayu H. Supendi mengatakan, untuk menyelamatkan tanaman padi yang berpotensi puso seluas 6.350 hektar, meminta BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk mengaliri air sawah di 3 kecamatan terdampak selama 7 hari tanpa gilir giring dan menugaskan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu untuk mengawal gelontoran air tersebut.

Sementara itu Dandim 0616 Indramayu memerintahkan kepada Koramil Gabus Wetan untuk tegas melakukan tangkap tangan kepada oknum pencuri air yg yang diduga mengkomersialkan air.

“Air ini sumber kehidupan petani, maka tidak boleh ada mafia yg memain-mainkan air”, tegas Agung.

Seusai meninjau langsung di 3 kecamatan, dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Ki Tingil Setda Indramayu. Rapat koordinasi pengelolaan air tersebut menyepakati 6 hal yakni :

  1. Dalam rangka penyelamatan padi yang berpotensi puso, maka Kepala PUPR Kabupaten Indramayu akan menggelontorkan air dari Bendung Rentang sejak titik Bt 15 sd 21 selama 7 hari sejak tanggal 1 Agustus ke Kecamatan Kandanghaur, Gabuswetan dan Losarang tanpa gilir giring ;
  2. Mulai tanggal 8 Agustus 2018 jadwal gilir giring kembali seperti kesepakatan semula ;BBWS Cimanuk Cisanggarung menjamin alokasi volume debit air dari Bendung Rentang sebesar 25 m3/detik dan dialirkan ke saluran induk Sindupraja sebesar 33 m3/detik. Waktu pergiliran air Bendung Rentang latihan dayung tetap tidak berubah dari kesepakatan semula ;
  3. Jajaran Kodim 0616 melalui Danramil terkait melakukan pengawasan peggelontoran air ke 3 kec selama 7 hari dan melakukan pengawasan gilir giring sejak tgl 9 Agustus dan seterusnya. Danramil melaporkan hasil pengawasan air tersebut setiap hari melalui WAG Pajale Indramayu ;
  4. Dandim menugaskan para Danramil untuk bertindak tegas terhadap oknum mafia air dan bila diperlukan lakukan tangkap tangan ;
  5. INASGOC berkomitmen untuk mematuhi waktu latihan dayung dengan disiplin sesuai jadwal yg telah disepakati.

Pemantapan langkah koordinasi ini diharapkan dapat memperkecil dampak cuaca ekstrim dan menjamin petani dapat tetap tanam dan panen sehingga pasokan beras dari wilayah sentra utama di Propinsi Jawa Barat ini dapat tetap dapat diandalkan. (Aa DENI/Diskominfo Indramayu)