Bupati Nina Agustina Tinjau Proyek Infrastruktur Di Kabupaten Indramayu

Dipublikasikan oleh RFM pada

DISKOMINFO INDRAMAYU – Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi V Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat Dedi Wahidi serta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI-Jakarta Wilan meninjau sejumlah proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Indramayu, Kamis (14/10/21).

Peninjauan proyek infrastruktur yang pengerjaannya langsung dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), diharapkan dapat membawa nilai tambah dan beragam manfaat bagi masyarakat Indramayu, khususnya dalam menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indramayu.

Anggota DPR RI Komisi V Dedi Wahidi menjelaskan, pengerjaan Jembatan Gantung Sukawera diproyeksikan selesai pada Desember tahun ini (Red: 2021). Jembatan Gantung Sukawera yang panjangnya mencapai 120 meter dan lebarnya 1 meter ini, sumber anggarannya berasal dari pemerintah pusat program aspirasi DPR RI.

Menurut Dedi, Jembatan Gantung Sukawera yang melintasi Kali Cimanuk itu, nantinya akan menghubungkan 5 kecamatan sekaligus seperti, Kecamatan Kertasemaya Bangodua, Tukdana Jatibarang dan Sukagumiwang.

“Saya minta Jembatan Gantung Sukawera pelaksanaannya dikebut, dilembur, dan diperkirakan pada akhir tahun dapat digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Dedi merinci, sumber anggaran mencapai Rp9 miliar meliputi 2 titik pembangunan jembatan gantung. Menurutnya respon masyarakat sangat positif, sehingga setelah jadi, jembatan gantung ini perlu dirawat dan dijaga untuk tidak dilewati kendaraan roda empat yang melebihi beban muatan, demi awetnya bangunan jembatan tersebut.

“Saya pesan kepada pak kuwunya dan tokoh masyarakatnya agar dirawat. Jangan sampai membolehkan kendaraan yang melampaui kapasitasnya, sehingga dapat merusak jembatan yang letaknya sangat strategis tersebut,” ujarnya

Di samping itu, ucap Dedi, direncanakan akan dibangun juga jembatan yang berlokasi di Desa Bangodua Kecamatan Bangodua yang merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Jembatan yang digadang-gadang lebarnya 9 meter ini sangat penting dan sangat strategis, karena dapat menghubungkan antara Kecamatan Kertasemaya dan Kecamatan Bangodua. Ia berharap, dengan lebar jembatan sampai 9 meter, nantinya bukan hanya sekedar menjadi sarana transportasi, tetapi juga dapat membuka akses ekonomi dalam skala besar.

“Itu usulan dari Ibu Bupati Indramayu agar jembatan di Bangodua dapat memberi akses ekonomi yang lebih besar, karena lebarnya sampai 9 meter, dan jembatannya permanen. Saya minta segera dibuat usulannya, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera masuk,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu Nina Agustina mengungkapkan rasa terimkasihnya kepada Anggota DPR RI Dedi Wahidi yang terus bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mempercepat proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indramayu.

“Saya mengucapkan terimakasih atas aspirasi yang dibawa oleh anggota DPR RI Bapak Dedi Wahidi dan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang memperhatikan Indramayu. Semoga apa yang kita harapkan segera terealisasi dan semua bisa diperbaiki. Itu semua suatu perubahan untuk Indramayu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu Indramayu berpesan agar masyarakat juga turut berpartisipasi dalam pembangunannya, yakni dengan menjaga dan merawat hasil pembangunan yang sudah terealisasi, terutama untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Yang terpenting bisa dijaga oleh masyarakat. Terutama jembatan-jembatan yang istilahnya sudah diperbaiki jangan dilewatin oleh kendaraan yang muatannya melebihi kapasitas jembatan. Mungkin nanti bisa dikasih patok supaya mobil berat enggak bisa lewat. Satu lagi saya berpesan agar jangan buang sampah secara sembarangan,” pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Jalan Nasional DKI – JawaBarat Wilan memaparkan, sejumlah jalan nasional di Indramayu mengalami kerusakan termasuk yang menjadi perhatian kondisi drainase yang tersumbat akibat sampah dan terus dikebut pengerjaannya hingga tahun depan bisa selesai.

“Jalan nasional kita memang kalau kita lihat ada beberapa crossing yang mampet karena sampah. Nanti mungkin langkah pertama yang kita upayakan segera pembersihannya, kita lihat alirannya seperti apa, kalau memang harus dikasih sesuatu kita mencoba usahakan karena itu sudah tugas kita jalan nasional,” paparnya.

Terkait dengan pembangunan jembatan, pihaknya mengapresiasi dan menyatakan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, karena proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

“Kemudian untuk jembatan gantung, alhamdulillah. Ini dukungan dari Pemkab Indramayu luar biasa kita bekerja di sini tanpa kendala, sehingga insya Allah target Desember bisa diselesaikan,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan pengerjaan Jalan Nasional Lohbener- Indramayu yang panjangnya 6 kilometer diprediksikan selesai tahun depan.

Selain meninjau jembatan gantung di Desa Sukawera, Bupati Nina Agustina beserta rombongan juga meninjau beberapa saluran irigasi di Losarang, serta drainase di Jalur Pantura Kandanghaur. (Oyib/Dedy–Tim Publikasi Diskominfo Indramayu).