Kemenkominfo Terpesona Smart City Indramayu | INDRAMAYUKAB.GO.ID
Selasa , 19 Maret 2019

Kemenkominfo Terpesona Smart City Indramayu

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terpesona dengan pemaparan konsep Smart City yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu. Pasalnya pemaparan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu itu, sangat meyakinkan, atraktif, dan mengundang antusiasme serta rasa penasaran tim juri.

Seperti diketahui, sebagai tahap akhir dari Program Gerakan Menuju 100 Kabupaten/Kota Smart City se-Indonesia, diadakan evaluasi terhadap persiapan dan master plan serta quick wins dari masing-masing kabupaten/kota di Indonesia. Evaluasi dilakukan Rabu, (12/12/2018) lalu di ICE BSD City Tangerang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana saat menyampaikan presentasi konsep Smart City menegaskan, Kabupaten Indramayu siap untuk pengembangan Smart City. Kesiapan itu, lanjut dia, meliputi struktur seperti sumber daya manusia, infrastrukstur meliputi fisik, digital dana social, serta suprastruktur seperti kebijakan dan penguatan kelembagaan.
Indramayu juga memiliki berbagai potensi dan peluang untuk terus dikembangkan namun masih belum maksimal.
Namun, ujar Aan, selain adanya peluang, saat ini Pemkab Indramayu juga masih menghadapi berbagai permasalahan yang harus disegera diselesaikan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak tinggal diam. Berbagai upaya dan kebijakan, serta inovasi dilakukan untuk memecahkan masalah itu. Salah satunya adalah dengan menerapkan program Smart City. Melalui Smart City, diharapkan dapat menjawab permasalahan dan hambatan yang ada di Kabupaten Indramayu,” tandas Aan.

Sebagaimana diketahui, program Smart City dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan 6 (enam) dimensi Smart City, yakni Smart Living, Smart Society, Smart Environment, Smart Economy, Smart Branding, dan Smart Governance. Dengan begitu, permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat dapat terjawab.

Dari 6 (enam) dimensi tersebut, Kabupaten Indramayu memilih 3 (tiga) Quick Win yakni Smart Economy, Smart Living dan Smart Governance. Dengan quick win Smart Economy, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan. Sementara Smart Living dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Dan Smart Governance mewujudkan pelayanan perijinan bagi para investor secara on line.

Aan menambahkan, dalam Smart Economy, dilakukan dengan memetakan potensi ekonomi Indramayu khususnya terkait di bidang Pertanian dan Perikanan. Hal ini dilakukan dg menciptakan “Peta Ekonomi Berbasis Android” yang mudah diakses. Dengan memperkenalkan Peta Ekonomi Berbasis Android dapat memberikan informasi bagi investor dan juga wisatawan yg berkunjung ke Indramayu. Dengan demikian, perekonomian Indramayu menjadi integratif dan diharapkan tumbuh lebih besar dan memberikan manfaat kepada masyarakat Indramayu secara luas.

Tidak berhenti pada level aplikasi online, pemberdayaan desa juga dilakukan. Salah satunya yang dilakukan di Desa Kenanga Kecamatan Sindang yang merupakan Pusat Migran Produktif. Dimotori oleh inspirator lokal Desa Kenanga, pemberdayaan ibu-ibu untuk menjadi pelaku usaha dilakukan. Buah mangga berhasil diolah menjadi aneka komoditas unggulan dengan menghasilkan berbagai produk.

“Desa Kenanga juga merupakan sentra industri krupuk dimana terdapat setidaknya 35 UKM. Di desa ini Pusat Pelatihan dan Produksi Pembuatan Krupuk tersedia dan berhasil meningkatkan taraf pendapatan masyarakatnya,” jelas Aan.

Untuk lebih meningkatkan perekomonian, pengenalan terhadap digital marketing dikenalkan. Program yg dilakukan kerjasama stakeholders di Indramayu: masyarakat, Politeknik Negeri Indramayu, swasta (Telkom) dan Pemkab Indramayu. Diharapkan dengan program ini, generasi mudah Desa Kenanga Kecamatan Sindang menjadi motor penggerak digital marketing.Tentu saja sebuah asa dan harapan akan dapat lebih memberdayakan ekonomi khususnya ibu-ibu dan generasi muda di desa tersebut.

Smart Living terkait kesehatan juga menjadi perhatian khususnya cakupan layanan kesehatan terhadap ibu hamil dan bayi. Untuk itu, implementasi program aplikasi rujukan Si Irma Ayu dilakukan. Dengan program tersebut, masyarakat dapat menghubungi Dinas Kesehatan melalui SMS untuk mendapatkan informasi tekait dengan ketersediaan kamar rumah sakit, rujukan, dan informasi lainnya.

Smart Governance, saat ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Indramayu telah memberlakukan perijinan secara online bagi masyarakat yang akan mengurus perijinan untuk berinvestasi di Kabupaten Indramayu. Dengan perijinan online ini, masyarakat tidak perlu datang ke Kantor DPMPTSP untuk mengurus perijinan namun bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Selanjutnya, dengan selesainya evaluasi dan paparan master plan ini segera dilakukan realisasi terhadap Smart City yang ada di Kabupaten Indramayu. (Aa DENI/Diskominfo Indramayu)